Pengantar Untuk Kawan-Kawan




Assalamu'alaikum

Hay......kawan-kawan MANDA tercinta? Apa kabarnya? Detik waktu tak terasa telah memisahkan kita dari masa-masa silam. Waktu memaksa setiap diri melaju bersama hembusan angin mencari jati diri. Kemanapun arah, tujuan dan langkah kaki dihentakkan, disanalah akan kita jelajahi dunia mimpi-mimpi kehidupan. Guratan-guratan alam impian telah menggerakkan setiap jemari untuk menelusuri jelujur kehidupan yang membentang luas dan belum terlihat dimana muaranya. Itulah diri kita saat ini yang selalu berkelana untuk menemukan hidup ini.
Kita tentu masih ingat saat menerima ijazah dari MANDA Kebumen tercinta. Saat itulah kita mulai berfikir akan kemana melangkahkan kaki. Ada yang optimis ingin kuliah, ada yang bekerja, ada yang pesimis tak ada biaya, dan ada pula yang belum menemukan harapan. Itu semua hanyalah jalan kita menuju puncak jati diri. Setiap orang akan memiliki jalan berbeda dengan lainnya. Itu sah-sah saja karena jalan-jalan imipian begitu luas dan bercabang. Yang terpenting kita masih sadar bahwa kita masih mempunyai impian. Jadi tak perlu resah atau menyesal dengan keadaan sekarang. Teruslah melangkah mumpung masih ada waktu.
Kawan-kawan, ada segenggam perasaan menggelitik menancap di ujung hati. Setelah diteliti dengan seksama, diukur, di-analisis, di-petani-, lalu diteropong, ternyata perasaan itu hanyalah kangen. Kangennya juga tidak terlalu seberapa. Hanya sedikit tidak terlalu besar saja. Kalau diitung dan ditakar dengan kangennya kawan-kawan sama pacar, tentu kangen saya masih dibawah standar. Saya hanya kangen pingin mendengar kabar kawan-kawan. Dan juga pingin tahu kawan-kawan kali ini sedang apa? Apa lagi tidur, kerja, kuliah, nganggur, atau lagi apa. Ah, paling lagi pada duaan. Duaan dengan siapapun dan apapun tentunya. Dengan pekerjaan, dengan pelajaran, dengan sante-sante dirumah, dengan suami barang kali (nyindir nich....,hehe), atau dengan pacar???monggolah..... yang penting tidak sendirian.
Dari inilah saya mulai sadar bahwa saya harus punya sandaran hati untuk mengobati rasa kangen ini. Dan diujung segala keresahan, ada Mas Dev, sang pangeran cinta yang punya sihir ampuh mengobati kangen. Muncullah jurus Blog untuk mengobati rasa kangen ini. Ya sudah, berhubung dia punya ide jadilah Blog ini. Dengan legitimasi dari Om Ibnu, Mr. Aziz, dan peng-Gugat, maka dengan optimis dan dengan langkah kaki mantap seperti Kahlil Gibran yang akan bertemu May Ziadah, dibuatlah Blog dengan nama Mandament community. Nah, sekarang rasa kangen saya sudah mulai berkurang. Tapi itu tak cukup. Saya dan kawan-kawan community belum mendengar kabar kawan-kawan.
Untuk itu dan oleh karena itu, maka dari itu saya dan kawan-kawan community berharap kepada kawan-kawan semua untuk meluangkan waktu sedikit untuk sekedar melihat, membaca, memaki juga boleh, tapi sekali makian seratus ribu....hehe. Syukur mau berpartisipasi dalam Blog ini karena Blog ini adalah milik kita semua, bukan milik pribadi. Nanti blog ini akan diisi dengan info-info, mulai dari info kampus, kegiatan kawan-kawan, info kerja bagi yang bekerja, atau info apapun yang bermanfaat. Tapi bukan biro jodoh lho.... Terus, kawan-kawan juga bisa menyalurkan kreatifitas tulis-menulis. Mulai dari artikel ilmiah, semi-ilmiah, ilmiah populer, pokoknya yang mambu ngilmiah . Bisa nulis puisi, cerpen, atau punya pantun, lelucon, bisa juga tips-tips tentang kesehatan, pekerjaan, kuliah, makanan, support, atau tips apapun yang penting jangan tips cara selingkuh, ini dilarang undang-uandang! Pokoknya yang positif-positif aja deh....
Bisa juga tukar pengalaman. Pengalaman hidup, pengalaman, kerja, pengalaman kuliah, pengalaman pengangguran (biar dicarikan info kerja), atau pengalaman nyuri motor (tapi kalau ini kami laporin polisis,hehe). Bisa juga konsultasi persoalan kehidupan biar kami carikan pakarnya. Pokoknya yang serba positif dan berguna bagi kawan-kawan. Nanti kawan-kawan kirim saja uneg-uneg anda ke email : mandamentcomunity@gmail.com. Nanti uneg-uneg kawan-kawan akan kami tampilkan di Blog biar dibaca sama kawan-kawan yang lain. Jadinya mereka tahu gimana kabar kawan-kawan, apa aktifitasnya sekarang, trus kalau ada pengagum rahasia kan jadi bisa di-SMS, hihihi. Pokoknya kami tunggu uneg-uneg kawan-kawan dan selamat bergabung bersama Mandament community.

Wassalamu'alaikum

ttd

OP mandament community
Dev dan Anas

Rabu, 10 Desember 2008

Evolusi Cinta

Bagi sebagian kita, bahkan hampir menyeluruh, tema cinta telah lazim didengar. Termasuk bagi saya pribadi. Adapun bagi anak-anak muda, cinta seolah menjadi sebuah kewajiban. Barangsiapa tak memiliki cinta bagai sayur tanpa garam. begitu kira-kira perumpamaannya. Namun yang jadi pertanyaan, cinta seperti apa yang hendak kita miliki? Pemaknaan cinta apa yang kita tahu? Dan seperti apa cinta yang kita rasakan? Untuk pertanyaan ini terkadang kita sulit menjawab, bahkan saya sendiri juga kesulitan.
Kalau kita sedang jatuh cinta bayangan kita mesti seorang wanita cantik, menawan, anggun, dan serba menyenangkan. Senyumnya, candanya, geraknya, pandangannya, begitu menghujam di hati kita. Ya, seperti itu memang cinta. Namun kalau tidak salah cinta seperti itu "asmara" namanya. Contohnya seperti kisah Romeo dan Juliet, Laila dan Majnun. Tetapi bagaimana dengan seorang ibu yang asyik menimang bayinya setiap waktu. Ia diberi makan, minum susu, disayang, dimanja, jika terluka diobati dan jika merengek minta mainan, segera diberi. Atau juga seekor kucing dengan anak-anaknya. Ia memberi makan anak-anak itu, melindungi, menyusui, bercanda bersama, melatih mencari makan, serta merawatnya. Apakah itu bukan cinta? Ya, itupun cinta. Kalau tidak salah namanya kasih sayang.
Lalu ada lagi, ini sering kita dengar misalnya, cintailah lingkunganmu, cintailah rumahmu, atau cintailah kesehatanmu. Kalau ini cinta apa namanya? Kalau menurut saya ini namanya menjaga. Kita disuruh menjaga lingkungan, rumah, serta kesehatan. Dalam menjaga kita butuh kasih sayang. Lingkungan kita, rumah kita, serta kesehatan kita juga perlu kasih sayang dari kita. Tidak hanya manusia saja. Termasuk bagaimana kita menebar kasih sayang kepada saudara kita, baik saudara seagama maupun non-agama. Kita tidak diperkenankan gegabah mengambil tindakan senonoh dalam bercengkrama dengan sesama. Bagi kita yang muslim, bukankah telah jelas disebutkan dalam hadis bahwa muslim satu dengan lainnya bersaudara diumpamakan sebuah bangunan yang saling menguatkan antara satu dengan yang lain. Adapun dengan non-muslim kita diperintahkan untuk tasamuh (toleransi).
Kembali ke tema cinta, anda mungkin pernah mendengar, membaca, atau memperoleh informasi tentang kisah Robiah Al-Adawiyah. Siapakah ia? Tentu anda telah tahu bagaimana kecintaannya kepada Allah SWT begitu dalam melebihi segala hal. Demi cintanya itu, ia rela menolak lamaran Hasan Basri, ulama tersohor di Basrah. Ia rela tidak mau menikah hanya demi menjaga kecintaannya kepada Allah. Inilah yang dinamakan totalitas cinta. Cinta kepada yang Hakiki melebihi segala hal. Dia yang Haq (Allah) ditempatkan dalam urutan pertama dari urutan cinta. Cinta dari segala cinta adalah menuju kepada-Nya.
Dalam Al-Qur'an disebutkan "Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un (kita berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya jua)". Dari sinilah evolusi cinta berjalan. Cinta yang berasal dari Sang Maha Cinta (Allah) lalu diturunkan kepada makhluk terpilihnya (Muhammad) dan diturunkan lagi kepada makhluknya di tataran kosmos (alam raya). Dari makhluk yang satu menyebar ke makhluk yang lain. Begitu seterusnya. Dan pada akhirnya cinta itu kembali hanya kepada Al-Haq (Allah).
Dengan cinta itu kita akan mampu melakukan segala hal. Dengan cinta, Imam Gozali mampu melahirkan maha karya ihya' ulumuddin, Ibnu Rusdy menuliskan tahafut al-falasifah, Al-Jabar menemukan rumus Al-Jabar, Jabir Ibnu Hayyam menorehkan prestasi di bidang kimia, Umar Kayam menyelesaikan syair Ruba'iyat-nya, Jalaluddin Rumi berpesta cinta di dalam Mastnawi-nya, Iqbal berkobar dengan Javid Namah-nya, Edison terkesima dengan temuan listriknya, Einstein bahagia dengan rumus relativitasnya, dan seorang petani di desa bangga dengan hasil kerja tangannya. Lalu, bagaimana dengan kita? Apa yang bisa kita lakukan dengan cinta yang kita miliki? (@nas El-Zakky)

Kamis, 24 Juli 2008

Muhasabah

Mi’raj-ku, Mi’raj Anda, Mi’raj Kita

Masih begitu segar dalam ingatanku saat masa-masa awal diriku merambahkan kaki di Yogyakarta. Saat itu, tepat di pagi hari pukul enam pagi, aku telah melangkahkan kaki menuju kediaman Pak Kandar, seorang agen koran di Jln Bantul Yogyakarta. Seperti biasa pagi itu aku jualan koran di perempatan Jok-teng. Seperti biasa pula, ku habiskan waktuku di sudut perempatan itu sampai kira-kira pukul 09.30 WIB. Sampai habis waktuku dan ku hitung perolehan uangku, ternyata....ah, aku hanya mendapat uang seribu lima ratus rupiah. Padahal saat kuhitung sebelum setoran uang itu sejumlah tiga ribu lima ratus. Tapi ko’ jadi seribu lima ratus?
Praktis hati kecilku bertanya-tanya, “kemana uangku? Adakah yang mencurinya?“ Tapi kurasa tak ada yang mencuri karena aku hanya jualan sendirian. Berarti uangku hilang. Mungkin terjatuh di jalan atau aku yang salah menghitung uang. Tapi sudahlah...semua telah terjadi dan aku harus menerima kenyataan bahwa hari itu aku hanya punya uang seribu lima ratus rupiah. Uang itu hanya cukup untuk sarapan sekali, itu pun di warung termurah. Untuk makan nanti sore, aku tak tahu dapat dari mana. Paling hutang jika teman-temanku ada yang punya uang. Jikalau tak ada, berarti sore itu aku harus rela bertemankan lapar.
Ah, tapi aku tak seputus asa itu. Gus Zainal, guru ngajiku sekaligus Bapakku di Jogja, mengajariku untuk selalu optimis. Beliau pernah berkata, “Allah tak akan membiarkan hambanya yang mau berusaha menjadi sengsara. Dimana pun tempat asalkan kita mau bergerak, rizki pasti akan bisa dipetik. Seekor laba-laba yang diam dalam sarangnya itu saja mendapat jatah rizki. Apalagi kita yang mau berusaha“. Petuah itu begitu merasuk ke seluruh pori-pori tubuhku. Denyut hatiku yang sedari tadi diam, tiba-tiba secara perlahan bicara, “Ya Allah, aku yakin sore ini Engkau pasti memberiku rizki“.
Sore pun tiba. Datanglah Sigit, teman akrabku di MAN 2 menjemputku. Dia mengajakku jalan-jalan. Tawaran itu aku turuti tapi setelah ngaji. Dan benarlah, setelah selesai ngaji aku jalan-jalan bersama Sigit. Lama mengitari alun-alun kidul Jogja, aku diampirkan ke sebuah warung makan. Ternyata warung itu menyediakan menu istimewa, ayam goreng. Aku pun dipesankan Sigit ayam itu, lalu kami makan. Selesai makan dan tenggorokanku serasa basah, aku sedikit tertegun. Hati kecilku bertanya-tanya, “Aku ko’ bisa makan ayam? Padahal hari itu aku hanya punya uang seribu lima ratus rupiah. Apa ini yang dinamakan kemurahan Allah? Berarti memang benar bahwa Allah tak akan membiarkan hamba-Nya sengsara“.
Sejak kejadian itu aku jadi semakin mengerti bahwa Allah memberi rizki dari jalan yang terkadang aku tak tahu. Dan aku semakin menyadari bahwa hidup yang kujalani bukanlah hidup yang sulit. Meski harus bersusah payah mencari makan dan terkadang lapar memanggil, itu bukanlah suatu kepedihan. Hidup yang kujalani bukanlah gugusan-gugusan takdir yang mesti kita sesali. Namun hanyalah secuil tantangan yang harus kita hadapi. Dan begitulah Allah me-mi’raj-kan diriku saat ini. Dia membangunkanku dari lamunan panjang dan membawaku menghadapi realita kehidupan.
Kalau dahulu hidupku enak dalam buaian orang tua, itu bukanlah hidupku. Itu adalah hidup orang tuaku. Saat inilah aku merasakan telah hidup karena sedikit demi sedikit aku mampu menanggung hidupku sendiri. Termasuk untuk kuliah. Dan ku sadari dengan sepenuh hati bahwa Tuhanku saat ini sedang menghiburku sebagaimana Dia menghibur Kanjeng Nabi setelah amul husni. Tuhan memberiku hiburan dengan membawaku pada kenyataan hidup. Hidup yang harus dijalani dan hidup yang harus dilewati.
Barangkali tak hanya diriku yang dihibur-Nya. Anda juga termasuk di dalamnya. Hanya saja mungkin anda belum sadar kalau telah di-mi’raj-kan oleh-Nya. Atau memang anda yang belum mau me-mi’raj-kan diri. Anda masih terpana dengan hidup yang semestinya bukan milik anda. Harta, uang, mobil, atau apapun yang anda punyai bisa jadi masih milik orang tua, atau bahkan milik para orang-orang miskin yang anda rampas haknya. Nah, jika anda belum juga beranjak me-mi’raj-kan hidup, Tuhan pun enggan me-mi’raj-kan anda. Jadi, PR besar bagi anda dan bagi kita semua saat ini adalah sesegera mungkin me-mi’raj-kan diri agar Tuhan senantiasa menyertai.
Entah dengan cara apa anda me-mi’raj-kan diri. Mungkin dengan menginfakkan kelebihan harta, ilmu, tenaga, pikiran, atau dengan apapun itu asalkan di jalan Allah, semoga itu akan mampu menjadi kendaraan kita menuju Allah. Dan semoga Allah segera memberi pencerahan hidup bagi kita semua sebagaimana yang Ia berikan kepada Kanjeng Nabi setelah di isra’dan mi’raj-kan. (Anas)


Rabu, 04 Juni 2008

Kolom Edisi Juni: Mengenang Bapak Bangsa

Soekarno In Memoriam
Soekarno, Pancasila, dan Pluralisme
Oleh : Fatkhul Anas*)

Bulan Juni ini adalah bulan Istimewa. Satu hari di hari itu, tepatnya 6 Juni menjadi hari bersejarah bagi bangsa Indoneia. Hari itu menjadi saksi lahirnya seorang pahlawan. Ia lahir di sebuah kota bernama Blitar, tertanggal 6 Juni 1901. Kedua orang tuanya memberi nama Soekarno. Di Blitar itulah Soekarno pertamakali membuka matanya. Mata hitam dan bersih yang belum sedikitpun terbelenggu dosa, tiba-tiba harus menjadi saksi untuk sebuah drama kejam bernama "kolonialisme". Kelahiran Soekarno adalah kelahiran pilu. Lahir bersama penderitaan, kekejaman, serta ambisi yang membabi buta dari kaum kolonial. Ialah yang harus menanggung derita akibat drama kekejaman kolonial selama berabad-abad. Hanya saja ia sedikit tertolong karena dalam tubuhnya mengalir darah bangsawan. Sehingga dikala masa dewasanya tiba, ia bisa menikmati detik-detik pencerahan yang bernama pendidikan.
Masa pendidikannya inilah yang menjadi babak pertama dalam hidupnya untuk mencipta karakter kritis. Soekarno yang lahir dari rahim Indonesia adalah sosok manusia kritis, pemberani, keras, teguh dalam prinsip, cerdas serta toleran dan kasih sayang dengan semua golongan. Penduduk dari elit atas, petani, buruh, pejabat, agamawan, politisi, cendekiawan, semua digauli dengan intim oleh Soekarno. Keintiman itu melahirkan suasana kerukunan dan persatuan. Dan pada akhinya mengantarkan ia menjadi pejuang revolusioner, peraih kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah.
Adalah Soekarno, Bapak Bangsa yang telah berhasil mengantarkan Indonesia menuju pintu gerbang kemerdekaan. Ditemani seorang ahli ekonomi bernama Hatta, Soekarno membacakan teks proklamasi kemerdekaan tepat tertanggal 17 Agustus 1945. Praktis sejak itu sorak-sorai kegembiraan serta tangis kebahagiaan menyelimuti bumi Indonesia. Seluruh rakyat dari anak-anak, pemuda, dewasa, laki-laki, perempuan, serta orang-orang jompo, menjadi saksi lahirnya babak baru di bumi Indonesia, babak kebebasan. Abad pencerahan pun segera dimulai. Tatanan kehidupan yang porak-poranda segera dibenahi, ditata, serta direformasi. Indonesia mulai menampakkan diri sebagai sebuah bangsa ditengah bangsa-bangsa yang lain. Ke-eksisan-nya mulai kokoh meski disana-sini mendapat goncangan.
Dalam hidup Soekarno hal yang begitu dicintai ialah tanah airnya. Ia tak ragu-ragu menyebut Indonesia sebagai Ibu. Kecintaannya tergambarkan dalam berbagai pidato-pidatonya. Bahkan tak segan-segan Soekarno berkata bahwa Tuhan bersama Indonesia. Ini tercermin dalam pidatonya " Bukan saya berkata Tuhan adalah Indonesia, tetapi Tuhan bagiku tercermin pula dalam Indonesia" (artikel Bambang Noorsena: 2001). Begitu dalam kecintaannya terhadap tanah air, H. Agus Salim dan A. Hassan menghawatirkan jika kecintannya itu akan berubah menjadi musyrik. Namun, itulah watak Soekarno yang rasa nasionalismenya telah menyatu dengan darah dan dagingnya. Baginya, tanah air adalah segalanya sehingga ia rela mengorbankan kepentingan apapun termasuk untuk keluarganya.
Watak khas Soekarno lainnya, bahwa ia berjiwa pluralis tinggi. Ini tercermin pertama dari gagasan nasakom-nya. Nasakom (Nasionalis-Agama-Komunis) menjadi jiwa Soekarno saat memegang kepemimpinan Indonesia. Gagasan ini lahir mengingat kondisi bangsa terdiri dari beragam suku, agama, budaya, ras serta kepercayaan. Untuk merangkul semua itu butuh wadah yang memadai. Lewat nasakom inilah semua perbedaan dapat ditampung. Meski belum seutuhnya. Untuk lebih menambah daya tampung, Soekarno melahirkan gagasan baru yang bernama Pancasila. Gagasan kedua dari jiwa pluralis Soekarno ini menjadi wadah paling efektif untuk merangkai perbedaan. Tak urung, gagasan ini menjadi dasar negara Indonesia.
Lewat Pancasila, Soekarno mengajarkan bahwa perbedaan yang ada bukanlah alat pemecahan. Perbedaan adalah bahan-bahan persatuan. Layaknya pelangi, perbedaan yang ditata dengan rapi menjadi indah dan sedap dipandang. Itulah sesungguhnya yang diinginkan Soekarno. Lewat perbedaan janganlah dijadikan alasan untuk tidak bersatu bahkan memberontak. Apa yang dilakukan RMS, Andi Aziz, DI/TII, dan aksi separatisme lain ditindak tegas oleh Soekarno karena ia tidak menginginkan hal itu. Ia ingin agar semua perbedaan menjadi satu dalam persatuan, bukan berpisah dengan jalan pemberontakan. Sebab bangsa ini adalah bangsa besar dan akan selalu besar dalam wadah persatuan.
Disinilah betapa menariknya gagasan Soekarno. Lewat pluralisme dalam Pancasila-nya ia mengajarkan pesan kasih sayang dan perdamaian. Seandainya saja Soekarno terlalu kaku dan fanatik, barangkali bangsa ini bukan bernama Indonesia dan bukan pula tercipta sebagai negara kesatuan yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Itulah gagasan Soekarno yang sangat prinsipil dan menarik. Namun, akan lebih menarik tentunya jika mampu dikontekskan dengan kondisi bangsa saat ini. Pluralisme serta rasa toleransi sekarang begitu mahal harganya. Harus dibayar dengan luka dan kepedihan. Apa yang dialami anggota AKKBB (Aliansi Kebangsaan Untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan) 1 Juni 2008 kemarin, adalah bukti bahwa pluralisme sangatlah mahal. Mereka harus terluka setelah mendapat pukulan dari anak-anak bangsa yang terlalu inklusif memegang prinsip sehingga menjadi garang.
Anak bangsa yang bersemayam dibawah baju Font Pembela Islam (FPI), tega memukuli sesama anak bangsa lainnya atas nama perbedaan. Mereka begitu fanatik sehingga "buta" dalam melakukan sesuatu. Sama sekali tidak tahu konteks. Kebencian terhadap Ahmadiyah semestinya janganlah dijadikan "dalil" untuk melukai anggota AKKBB. Toh, belum terbukti sepenuhnya bahwa AKKBB mendukung Ahmadiyah. Kalau FPI hendak mencegah AKKBB janganlah dengan kekerasan. Dekatilah dengan baik, dialog dengan mesra, dan selesaikanlah dengan perdamaian. Itu pula yang dulu dijarkan oleh Bapak bangsa ini. Perbedaan memang selalu ada, karenanya sikapilah dengan penuh kearifan. Begitulah kira-kira inti pesan pluralisme Soekarno kepada anak-anak Indonesia. Singkat dan bermakna.
"Sejak dahulu Bapak Bangsa telah mengajakan etika pluralisme. Perbedaan: dirangkai dalam kebersamaan, dirajut dengan cinta kasih serta diikat dengan perdamaian".
*)Penulis adalah alumnus MAN Kebumen 2

Kamis, 22 Mei 2008

NonTon FiLm & SosiaLisaSi KaMpuZ, 19 Mei 2008

Tepatnya hari senin tanggal 19 Mei 2008, kami anak2 IKKADA melaksanakan sosialisasi tuk Adik2 yang akan Lu2Z tahun ini. dari JogJa yang dateng banyak. dari daerah lain pun sama. adapun MC acaranya yanitu Laeli Masroh dan Haris Syafi'i dari STAINU Kebumen. Trus yang ngisi acara sambutan Panitia yaiti Amin S. dari UIN SUKA. sambutan Panitia Mas Epus Dari UIN suka Juga. yang ngisi Motivasi Mba Ismilah dan mBa Aam. Trus yang ngisi acara permainan mas Ibnu M dan Siti Aminah dari UIN SUKA. alhamdulilah acara berjalan dengan baik dan lancar.
See U Saudariku semua dimanapun Anda Berada.

Rabu, 30 April 2008

Kolom : Indonesia Republik Selebritis

Kawan-kawan, untuk edisi perdana ini akan sedikit saya isi Blod Manda ini dengan sepotong tulisan artikel. Ini artikel semi ilmiah. Para penulis menyebutnya sebagai kolom. Sengaja saya menulis yang agak berbobot sendikit. Supaya kawan-kawan tidak rugi. Sudah datang ke warnet, ternyata tidak dapat apa-apa. Buang-buang uang saja. Kalau ada yang bisa dijadikan tambahan pengetahuan kan lumayan. Jadi selain kawan-kawan bisa curhat alias kangen-kangenan, juga bisa dapat wawasan biar tidak ketinggalan zaman. Nanti kawan-kawan gantian yang ngisi. Jangan saya terus. Saya paling sebulan sekali akan ngisi rubrik kolom ini. Itu pun jika kawan-kawan membolehkan. Maknya nanti kawan-kawan kirim komentarnya.
Baik, saya tidak bertele-tele terlalu lama. Edisi perdana ini saya ingin mengajukan topik “Indonesia Republik Selebritis”. Mungkin ini terlalu tinggi bagi kawan-kawan. Tapi tak apa-apa. Biar kawan-kawan terbiasa. Ide atau gagasan Indonesia sebagai republik selebritis ini bukan datang dari saya. Saya hanya mengutip idenya budayawan kita, MH Ainun Najib. Gagasan ini sebenarnya sudah lama dilontarkan Cak Nun. Namun sampai saat ini masih hangat dengan kondisi negara kita. Indonesia sebagai republik selebritis, bukanlah bentuk Negara baru. Ia hanyalah istilah untuk menamai fenomena budaya bangsa kita yang terjadi saat ini. Kawan-kawan tahu fenomena? Mudahnya fenomena adalah kejadian atau peristiwa yang ada disekitar kita. Jadi fenomena budaya merupakan peristiwa budaya yang berlangsung disekeliling kita. Kalau budaya sendiri, devinisi sederhananya adalah hasil budi dan daya manusia.
“Indonesia Republik Selebritis” adalah istilah untuk menyebut fenomena budaya bangsa yang saat ini sedang gandrung dengan dunia selebritis. Selebritis bisa masuk kategori apapun. Bisa artis sinetron, penyanyi, atau siapapun yang menjadi public figure. Saat ini dunia selebritis begitu menggema. Lihat saja televisi kita berapa kali menayangkan artis. Mulai dari film, infotaiment, pembawa acara, dan masih banyak yang lain. Yang menjadi masalah adalah budaya artis kita sudah melenceng alias tidak sesuai dari nilai dan norma bangsa. Lihat saja film-film kita jarang yang bermutu. Paling-paling tentang cinta. Itu pun cinta yang remeh temeh. Bukan cinta yang penuh pemaknaan dan penghayatan. Adegan-adegan vulgar sudah biasa dilakukan. Bukan adegan yang mendidik agar bangsa ini punya semangat kemajuan, malah adegan yang tak karuan.
Penyanyi-penyanyi kita saat ini juga sudah kelewat batas. Mulai dari pakaian, gaya hidup, prinsip hidup, goyangan, semuanya serba tak karuan. Jarang penyanyi yang mau tampil sederhana. Nanti bisa dikatakan tidak metal dan tidak disenangi para fans. Meski masih ada penyanyi yang mampu menjaga tata nilai kehidupan, jumlahnya sedikit. Yang lebih parah lagi, dunia para artis diekspos besar-besaran di media. Lewat tayangan infotaiment yang setiap saat hampir ada, para artis begitu bebas “mengumbar” cara hidup mereka. Mulai dari gaya pakaian, gaya hidup, cara makan, pilihan hiburan, perceraian, bahkan kentut para artis ditayangkan. Dahsyat bukan? Untung baru-baru ini muncul film “Ayat-Ayat Cinta” yang meledak dahsyat dan mampu memberi nuansa positif perfilman Indonesia. Karcisnya saja kemarin terjual 2,5 juta sebagaimana penuturan Patti Djalal, juru bicara Presiden. Pantas saja Bapak Presiden, Wakil Presiden, Para Mentri, para pejabat pemerintah, bahkan para Dubes luar negri nonton film Ayat-Ayat Cinta.
Namun film Ayat-Ayat Cinta belum banyak mampu memberikan perubahan moral bangsa. Semoga saja perlahan-lahan bisa. Terbukti tingkah laku sebagian besar generasi bangsa terutama generasi muda banyak meniru selebritis. Mulai dari baju, sepatu, make up, gaya, bahkan untuk urusan makanan harus sesuai para selebritis. Jadi kalau tidak bergaya ala Bunga Citra Lestari, Agnes Monica, Aril, Sahrul Gunawan, atau artis mana pun dikatakan “tidak gaul”. Makanya, segala apa pun yang dilakukan harus sesuai selebritis yang dikagumi. Inilah yang disebut republik selebritis dimana artis maupun selebritis telah dijadikan panutan utama dalam kehidupan. Bukahkah begitu kawan-kawan? Mungkin ini juga terjadi pada anda. Lalu, dimana salahnya? Saya tidak menyalahkan kawan-kawan atau generasi bangsa manapun. Sebagaimana saya katakan didepan bahwa ini adalah fenomena budaya. Boleh saja meniru artis. Tapi yang ditiru yang positif saja. Jangan meniru yang membuat kita rugi.
Kita meniru gaya hidup artis, mereka gaya hidupnya “hedonis”. Kawan-kawan tahu apa itu hedonis? Gampangnya gaya hidup yang inginnya selalu senang-senang, alias happy-happy terus. Prinsipnya hidup untuk bersenang-senang. Makanya kalau para artis suka nongkrong di Mall, cafĂ©, club-club malam, tempat-tempat hiburan, diskotik, suka shopping, merawat tubuh dengan biaya super mahal, dan gaya hidup yang serba “wah”, itu bagi mereka biasa. Namanya juga hedonis. Itulah hal yang tidak boleh kita tiru. Yang positif saja lah. Biar kita tidak terjebak ke dalam “belenggu” kehidupan. Pusing kita kalau harus nuruti gaya artis yang sak penake dewe. Dan yang perlu kawan-kawan tahu, para artis itu ternyata para robot-robot kapitalisme. Waduh apa tuh? Bahwa artis hanyalah alat untuk meraih keuntungan para kaum kapitalis, sederhananya yaitu orang yang hidupnya hanya mencari keuntungan dengan cara apapun. Kebanyakan cara licik.
Jadi artis hanyalah modal untuk mencari keuntungan. Kalau filmnya laku, maka yang untung banyak ya orang-orang yang memiliki modal. Mereka itulah orang-orang kapitalis. Makanya film-film yang dibuat hanyalah flim-film pasaran yang tidak bermutu, tetapi asal laku. Yang terpenting dapat untung, beres. Tak peduli apa akibat yang ditimbulkan. Tak peduli moral bangsa hancur. Asal ada keuntungan, ada jalan. Nah kawan-kawan, kalau sudah tahu demikian, maka mari kita mulai rubah hidup kita. Jangan lagi kita tiru kehidupan artis yang serba negative. Kita kembalikan hidup pada norma agama, norma adat bangsa, yang membawa ketentraman. Kita jadikan kembali para ulama kita, kyai, ilmuan, cendekiawan, atau siapapun orangnya yang mampu memberikan pencerahan dalam hidup, sebagai panutan. Yang hanya membuat bangsa ini terpuruk meski para ilmuan sekalipun, kita tinggalkan. Pokoknya, mari ramai-ramai kita tinggalkan “republik selebritis” dan beralihlah menjadi “republik kemanusiaan”.
Begitu kira-kira kawan-kawan apa yang ingin saya sampaikan. Kalau misalnya kurang jelas, silahkan baca buku tentang televisi kita atau kolom-kolom MH. Nanti disana kawan-kawan akan dapat pencerahan. Apalagi adik-adikku yang masih di Manda, jangan pernah alergi baca buku. Nanti ketinggalan zaman. Kalau pingin nulis artikel, tinggal kirim saja. Nanti kalau bagus kakak tampilkan diblog ini. Lumayan kan buat latihan menulis. Kawan-kawan juga demikian. Silahkan kirimkan artikelnya. Yang ilmiah murni juga boleh. Agar ada wawasan yang kita peroleh setiap membaca blog manda ini. Pokoknya saya tunggu uneg-uneg kawan-kawan. Apapun itu yang penting positif. Kan sudah ada ketentuannya dikata pengantar. OK kawan-kawan. Sampai jumpa lagi di edisi mendatang dan selamat membaca. (anas, alumni MAN 2006)

Senin, 28 April 2008

BENUA ATLANTIS YG HILANG ITU BERNAMA... INDONESIA!


Oleh : Aulia Agus Iswar

Pren, pada pernah denger cerita ttg Atlantis khan? Itu tuh, yang katanya negeri besar yang sangat megah dan jaya. Jadul (jaman dulu) Atlantis itu menjadi pusat peradaban dunia, tepatnya puluhan ribu tahun yang lalu. Walaah, kita masih di alam arwah, belum lahir ya, kepikiran aja belum kali. Kata Plato (427 - 347 SM) puluhan ribu tahun yang lalu itu gunung berapi meletus bareng-bareng, menimbulkan gempa, es mencair, dan banjir gede. Akibatnya nih, sebagian permukaan bumi tenggelam alias hilang. Nah, salah satu yang hilang itu adalah Negeri, lebih tepatnya, Benua Atlantis. Yap, mangkanye nih kita sering denger "Atlantis yang Hilang".

Tapi tau ga, Pren? Sekarang Benua Atlantis itu dah ketemu, maksudnya dah diketemuin. Mana? Koq ga keliatan? Ya Allah, segede gini ga keliatan? Nih, simak hasil penelitian Aryso Santos (2005). Menurut dia Benua Atlantis itu ternyata adalah bumi yang sekarang kita injak-injak, ih..kasar banget sich, maksudnya bumi yang kita menginjakkan kaki di atasnya ini. Ah, yang bener nih? Gimana caranya coba? Jadi Mas Santos ini ngebandingin 33 hal (termasuk luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani) antara kondisi fisik Benua Atlantis sama kondisi fisik Indonesia sekarang. Ternyata sama tuh. Luas wilayah Atlantis jadul terbentang dari Selatan India, terus Sabang sampe Merauke (kayak lagu aja..). Ribuan pulau di Indonesia sekarang, jadul-nya menyatu. Mungkin karena penghuninya telah lupa padaNya, bergelimang dosa dan berhura-hura, azab Allah pun turun. Dan terjadilah bencana besar itu, gunung berapi meletus bareng-bareng. Dahsyat, Maan! Sebagian daratan tenggelam dan jadi lautan. Sebagiannya lagi bakal jadi pulau-pulau kayak sekarang.

Nah, Pren. Coba renungin nih! Indonesia katanya sarang koruptor, sarang teroris, tukang bikin dosa (di mana mangkalnya ya?), terbelakang, utangnya bejibun, makannya banyak, males, ngantukan, telatan, tukang nyontek; waduh! Bener ga sich? Emang bener sich, tapi moga-moga yang ngebaca nih tulisan ga kayak gitu yak. Itu kondisi sekarang. Tapi jadul Indonesia, yang kata Mas Santos tadi adalah Atlantis, pernah menjadi pusat peradaban dunia, Cing! Berarti nih Indonesia jadul dihuni oleh orang-orang yang hebat dan maju. So, para sesepuh kita keren-keren donk?

Jadi sekarang gimana, Pren? Bangga donk kita kalo gitu. Tapi apa cukup bangga doank? Nggak khan? So, kita kudu berubah (saatnya berubah!). Kita kudu semangat, disiplin, kerja keras, belajar yang banyak, ta'at beribadah, jauhi perbuatan dosa. Intinya kita harus menjadi mu'min yang sejati gituu.. Spiritnya donk spiriiittt! Biar kejayaan Atlantis terulang kembali di Indonesia ini. Dan yang lebih penting lagi, karena jumlah muslim terbesar dunia ada di sini, peradaban muslim Indonesia bakalan maju dan jaya.

OK, Pren. Jadul aja bisa, kenapa sekarang enggak!? Tul khan? (a2i)

TAHUKAH KAMU?

Jalannya (Pergeseran) Benua

Allah Berfirman : "Dan apakah kamu kira gunung-gunung itu diam di tempat? Padahal gunung-gunung itu berjalan seperti jalannya awan..." (Q.S. an Naml : 88).

Gunung-gunung itu menempel di bumi, dalam hal ini benua. Jadi, benua pun berjalan atau bergeser. Ini kata Allah. Gimana kata ilmuwan? Sudah dibuktikan secara ilmiah, lempeng benua itu berjalan (bergeser) tiap tahun sejauh 10-15 cm. Klop khan? Subhanallah...


Dudung.net

Indonesia Lebih Barat dari Barat

By: Ida Arimurti

Lucu juga, mentertawakan diri sendiri yg sangat inferiority complex..
Pernahkah ketika anda masih SMA pergi ke Club atau Diskotik?.. saya pernah! dan bangga banget!
Pernah ke New York City?.. my city! tapi bete ama bouncer-nya gak boleh masuk gara-gara umur waktu itu masih 20 lebih 9 bulan! Damn, I Love Indonesia, lebih bebas!

Sapa bilang Amerika negara bebas??? Pernahkan anda melihat (atau merasakan sendiri) sekelompok anak muda minum bir?... wah bukan pemandangan anehdi parkiran Circle K Bandung! every single store! Tau Texas?.. Tau! Kota yang ngga boleh minum alkohol sembarangan kan? mending di Bandung, atau di Jakarta, mau mabok sambil nyetir juga boleh!

Pernahkah anda membeli majalah yang porno, setengah porno -apapun sebutannya- yang covernya adalah wanita berbikini dengan headline 7 Trik Liar Di atas Ranjang?
Kupu Kupu Malam Kota Solo dan majalah yang setiap edisinya tidak pernah luput dari kata Mr. Happy? ...

Ngga tuh (Boong!! Liat ada apa di bawah kasur? yang diumpetin di lemari? Bagasi mobil belakang)..
Di mana anda beli majalah Playboy? atau majalah sejenis itu?.. sebelum ke kantor di tukang koran, dan bangga banget punya playboy karena ngga usah subscribe kaya di Amerika, aneh padahal negara USA produsen-nya kok mereka ribet banget sih, harus liatin ID segala?

di Indonesia di emperan juga ada, di mana aja yang penting hatibangga! Siapa yang bangga ada majalah Playboy Indonesia? Siapa yang bangga dengan Cosmopolitan Indonesia? .. Ya orang Indonesia, mereka bangga! Playboy pertama di Asia Tenggara!! (tapi kok di Malaysia malah ngga ada, malahan di Singapore majalah sekelas Cosmopolitan aja dibredel? mereka bodo banget deh)

Kita seneng deh mengadopsi semua hal dari luar negeri!
Siapa yang suka nonton plagiatnya Saturday Night Live?... Gila lucu banget ya? Lucu mana dengan Indonesia yang suka niru?

Siapa yang BENCI Amerika???... KITAAA ORANG INDONESIA BENCI banget Amerika, makanya kita memilih dan senengggg banget minum Pepsi, Beli MC.D, Pake HaPe Motorola, Nonton film Hollywood, Beli I-Pod, Ngopi di Starbucks, Nonton Desperate Housewives, Ikutan Test TOEFL ..

Siapa benci Eropa? dan hal yang kebarat-baratan? ...
Kita deh sebagai Orang Indonesia, makanya kita belanja di Mall yang gaya eropabanget, Belanja baju di Mango, Makan Steak, Melakukan free sex biar kaya James Bond dan Matahari (anda pasti tau dong siapa dia kalau anda bisa berkomentar tentang RUU
APP) ..

kita juga sebel banget dengan hal yang
kebarat-baratan apalagi eropa, makanya kita pake handphone Nokia dan mobil BMW ..

Mau ngga jadi tuan rumah Miss Universe?... DI INDONESIA??? KAPAN??? SERU BANGET TUH!!! aduh banyak cewek kece pake bikini. Udah malem finalnya di Indonesia aja, daripada di amerika kan udah ditolak, di Puerto Rico kan kemaren males jadi tuan rumah, lagian bukannya sekarang Tuan Rumah Miss Universe sedang dilempar ke negara miskin dan third world karena dianggap basi ama Amerikanya sendiri??

Indonesia sih pasti seneng banget dan bangga banget jadi buangan tuan rumah Miss Universe!
Pilih masuk AFI atau jadi juara Olimpiade Fisika? ...
AFI dong, kondang bo! kalau bisa semua masukreality show!

Olimpiade Fisika ngapain? paling direkrut ama Singapore atau Jerman, duh pendidikan itu ngga penting di Indonesia .. yang penting outlook, mudah membual, nepotisme.. kalau mau terlihat berpendidikan berlagak sok pinter aja.. asal lo bisa bual tentang playboy, RUU APP, meski belum tentu bener, yang penting ngomong!

Suka Infotainment? ... duuh kita sebagai orang Indonesia tuh seneng banget gila kalau ngomongin orang yang jelek-jeleknya.. Kita selalu haus dengan terbukanya Aib, daripada kaya Singapore yang malah bangga dengan National Geographic? apa gunanya?

Kalau E! chanel suka?.. duh cable masih jarang sih di Indonesia,di Pedesaan belom masuk.. jadi kita ngga tau.. lagian acaranya ngga mutu ya ngomongin artis dari sisi glamour dan kreatifnya doang, kurang ngomongin aib!

Cinta Produk Indonesia?.. duh Soeharto banget sih jamannya ACI, gihke malaysia aja yang produk lokalnya lebih kepake dari pada Pierre Cardin, Hugo Boss, Esprit, U2 ..

kita lebih suka negara kita "terjajah" dan dibanjiri produk asing ..emang kita Jepang yang produktif? lebih hebat kita dong, Indonesia yang selalu konsumtif tanpa jadi produktif, ampe minyak aja impor .. kita negara terkaya di dunia!

Bisa menari atau menyanyi khas Indonesia?..bisa, aku bisa breakdance dan ngerap pake bahasa Indonesia Apa itu Indonesia?.. Jawa minus Jawa Barat selebihnya negara tetangga,presiden jawa, menteri jawa, pejabat militer jawa,yang bukan orang Indonesia ngga boleh jadi presiden

Jakarta itu apa?.. Ibu Kota, pusat ekonomi, pusat bisnis, pusat pemerintahan, pusat indutrsi, pusat belanja, pusat hiburan, semua terpusat disini deh, ada Taman Mini Indonesia juga makanya untuk apa peduli ama Indonesia yang luas? yang mini-mini aja dulu ..

Tau fungsi dari New York City, Washington D.C, Los Angeles (Hollywood),Nebraska, Texas di Amerika? ..
aduh maaf pengetahuan kita terbatas, emang apaan sih? lagian kita tuh benci banget Amerika meski kita baca Playboy (dijawab dengan muka malu)

Dimana letak Bali?.. deket Indonesia
Apa arti Bhineka Tunggal Ika? .. biar beda dipaksa satu! tidak ada perbedaan yang ada penyatuan, negara hebat kan bisa mempersatukan yang beda ??

WOW Ada apa di program TV Indonesia selain beritanya?.. ada acara yang semua acaranya bisa didapet di TV-TV lain, pokoknya sejenis semua, ya Bhineka Tunggal Ika tadi.. kita kan lebih peduli rating (ssst! jangan bilang-bilang orang ya, tapi kita selalu punya pembenaran yang bisa bikin orang percaya kok)..

makanya orang Indonesia pinter-pinter kan? bisa menjadi negara yang melesat padahal ngga punya landasan .. Siapa sih yang bisa jadi PuteriIndonesia?.. Itu loh yang bisa bilang negara Indonesia memiliki keanekaragaman budaya! pinter banget kan dia jawab kaya gitu? dia berpikir keras bahwa cuma Indonesia yang punya keanekaragaman budaya.. negara lain emang ada?

eh .. atau si Puteri belum pernah ke baca buku? dia hobby dandan sih! atau si Puteri belum pernah ke keluar negeri ya? nah makanya dia disebut Puteri Indonesia yang Indonesia banget!


Dudung.net

Tentang Memuji Pasangan




Suatu saat saya berbincang dengan seorang ibu rumah tangga tentang memuji pasangan. Dia terkejut ketika tahu bahwa saya dan suami sering saling memuji, karena dia berpikir itu bukanlah hal penting dan bisa membuat pasangan GR. Saya tersenyum, mengingat betapa seringnya kami saling memuji hingga kadang pipi memerah karena senangnya. Tadinya saya pikir kebiasaan saling memuji ini hanya bertahan selama awal pernikahan saja, tetapi ternyata setelah sekian lama, kami masih sering melakukan hal itu. Ada perasaan berbunga bunga ketika suami memuji kecantikan saya saat saya berdandan rapi atau ekspresinya ketika memakan kue buatan saya, hmmm..uenak banget dek...padahal saya tahu kuenya tidak terlalu enak karena saya baru mulai belajar memasak ketika menikah. Saya juga pernah melihat suami saya tersenyum senyum bangga saat saya bilang..mas ganteng banget deh kalo pakai baju ini.....meskipun setelahnya dia jadi sering memakai baju itu sampai warnanya memudar dan bahannya menjadi rusak.

Memuji pasangan, mungkin bukan perbuatan yang mudah tetapi juga tidak terlalu sulit,. Untuk sebagian pasangan, memuji mungkin bukan hal yang penting tetapi bisa jadi penting untuk suatu kondisi tertentu. Terkadang manusia butuh penghargaan untuk memotivasi dirinya. Seperti halnya ketika suami memuji masakan saya, meskipun saya tahu rasanya tidak jelas, tetapi itu justru membuat saya bersemangat untuk membuat masakan dengan rasa yang lebih enak lagi, saya tidak bisa membayangkan bagaimana sedihnya saya kalau suami mencela masakan saya.

Seperti yang dikatakan teman saya tadi, bisa jadi pasangan GR setelah dipuji, tetapi saya yakin tidak ada orang yang tidak senang ketika dipuji, dan bukankah Islam pun menganjurkan dalam rumah tangga untuk saling menyenangkan satu sama lain. Bahkan Rasulullah pun sering menghargai dan menyenangkan hati istri-istrinya dengan pujian. Begitu banyak pahala yang bertaburan dalam suatu rumah tangga, dan memuji pasangan merupakan salah satu pahala yang bertaburan itu, tinggal bagaimana kita apakah mau meraihnya atau tidak. So...kenapa masih pelit memuji pasangan?



Hanifa Syahida
160606

Dudung.net

Jumat, 25 April 2008

Untuk yg sedang JaTuh CinTa

*** HATI ***

Wahai hati…
Hentikan saja angan-anganmu
Hentikan !! hentikan saja !!!
Masanya belum tiba
Tuk kau miliki dia
Karna kau sendiri
Belum lagi menjadi
Seorang yang benar !!
Wanita yang solikhah !!

Duh…hati…
Janganlah kau
Sibukkan diri tuk
Mengejar cintanya
Tapi kejarlah…
Cinta penciptanya !!!

Oh…hati…
Janganlah kau
Lenakan diriku
Dengan angan-anganmu
Sedang ku…
Masih terlalu
Banyak ilmu
Yang per kuraih

Duhai hati…
Sadarkah kau?
Kau masih terlalu
Rapuh…
Menghadapinya
Kau masih perlu tabah
Karna ku tahu
Kau tak mampu
Tuk menjadi
Sebegitu tabah..
Walau sehari dua hari

Hati !!!
Bersabarlah…
perjalananmu masih jauh
bersabarlah…
teruskan doamu…
hari itu kan tiba jua
pabila kau
bersedia
menghadapinya kelak…

jadi, bersabar lah...!!

Sahabat

Dikala bahagia menyapa
Senyum ikhlasmu
Bukti kau….
Ikut merasa

Kau ciptakan
Canda tawa
Kau selalu ada
Walau…
Ku tak pernah meminta

Sahabat…
Akankah ku ikhlas
Bila…
Kau jauh dari ku

Sahabat…
Akankah ku bisa
Membalas kebaikanmu…


Kbm, 28 Maret'08
@nzlee

Assalamualaikum...Akhi.../ Ukhti...

Salam kangen buat kalian semua. Semoga kalian semua dimanapun kalian berada selalu dalam lindungan Alloh SWT, Amin. Wah seneng banget ternyata anak MANDA kreatif bikin blog sagala. Tapi itulah cara yang tepat dikala kita tak lagi dalam satu majlis. kita terpisah oleh jarak yang terbentang luas, dipisahkan berkilo2 meter dan dipisahkan jua oleh lautan, gunung yang menjulang, namun kita masih bisa bersilaturahmi lewat blog ini. ya...semoga kebersamaan dan kekeluargaan kita senantiasa terjalin erat dalam ukhuwah,amin. Oh ya...kemaren adik2 kita baru aje menyelesaiakn UAN, doain ja ye biar mereka lulus semua dengan hasil yang memuaskan, amin.
salam kangen dari anak kebumen
@nzlee.

Kamis, 24 April 2008

aku rindu kalian

ketika rasa tak dapat diungkap kata, ketika kerinduan tak dapat lagi terbendung
hanya hati yang mampu berbisik..aku rindu kalian semua kawan.......